Menikahlah karena kamu memang sudah siap, bukan karena desakan dari luar sana.. Menikah itu seumur hidup, kamu yang menjalaninya, bukan mereka.

Memenuhi keinginan Orang Tua
“Nduk, kamu sudah menginjak usia #SiapMenikah, apa lagi yang kamu tunggu? Jangan sampai jadi bahan omongan tetangga ya.” Pernah kah kamu mendengar ucapan seperti ini? Jika orang tua sudah berucap seperti ini, tentu saja kita sebagai anak rasanya langsung ingin memenuhi keinginan mereka, namun apakah itu langkah yang tepat? Apakah cukup hanya dengan alasan ini kamu memutuskan menikah? Berikan mereka penjelasan selembut mungkin mengenai alasan mu belum siap menikah, jika perlu tanyakan kepada orang tua bagaimana dulu mereka memutuskan menikah, mintalah saran dan doa untuk langkahmu kedepan.

Sudah menginjak BATAS-USIA harus Menikah
Tidak dapat dipungkiri bahwa di Indonesia ini, seakan yang menikah sudah ditentukan usia maksimal harus sudah menikah.  Alasan ini meruapakan alasan yang paling banyak ditemui apalagi oleh perempuan, setuju?
Perlu untuk dipahami bahwa pernikahan tidak bisa dipaksakan apalagi hanya karena faktor USIA yang sudah memasuki “wajib” untuk menikah. Jika belum menemukan pasangan yang tepat, lebih baik kita sibuk meningkatkan kesiapan diri untuk menikah, berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi agar kualitas diri kita juga meningkat dan nantinya akan lebih mudah mendapatkan jodoh yang memiliki kualitas yang juga baik.

Balapan nikah sama mantan
Ditinggal si mantan (yang masih sulit kamu lupakan) akan menikah memang menyakitkan, bikin makan jadi ga enak, bikin nongkrong jadi ga fokus, bikin sebel seharian begitu dapat kabar ini. Hanya karena dia akan menikah dalam waktu dekat, kamu langsung bikin rencana untuk mencari siapa saja yang bisa menikahimu setidaknya dalam kurun waktu kurang dari setahun, biar ga ketinggalan jauh nih sama mantan. Percayalah dear, hal ini hasilnya akan ZONK, karena mantanmu sudah bahagia dengan yang lain, usahamu balas dendam tidak akan mendapatkan perhatian darinya. Lebih baik Move On dan berusaha mendapatkan yang lebih baik tanpa harus tergesa-gesa.

Ingin kabur dari rumah
Ngaku deh, pernah ga kamu kepikiran gini setelah ada masalah dengan orang tua atau saudara serumah? Rasanya pengen banget segera dinikahin biar ada yang selamatin kamu dari rumah yang penuh dramaaa. Realitanya, menikah karena menghindari masalah hanya akan menciptakan masalah baru dear, menikah itu “full time job” dan seumur hidup, tak mungkin dilalui tanpa ada masalah, kamu bahkan tidak akan bisa berpikir untuk kabur jika ada masalah yang terjadi di rumah tanggamu nanti. Maka jangan pernah beranggapan menikah bisa menyelesaikan masalahmu ya dear.

Karena dia KAYA
Sering kan liat sinetron dengan alur cerita seperti ini? Masalahnya sampai mana kamu bisa menjamin bahwa pasanganmu akan tetap kaya 7 turunan, gimana kalau dia itu turunan ke-8? Upsss. Apalagi yang sering dialami malah tertipu dengan mobil dan fashion keren, ternyata harta tersebut bukanlah milik dia, apa nggak nangis kalau tujuannya cuma karena harta tapi kenyatannya dia gak punya apa-apa?
Jika mimin boleh saranin, menikahlah dengan orang yang tepat, tepat VISI-MISI nya, pekerja keras, bisa menerima kekuranganmu dan dapat memperlakukanmu dengan baik. Jika sudah ketemu yang seperti ini, kesetiaan jangan diragukan lagi, miskin atau kaya, sama-sama bisa berjuang untuk hidup layak.